X News Politik Kriminal Pemerintah Seremonial Olahraga Opini Berita Covid-19 Nasional

Gelar Asiania GAULS, PPIDK Asia-Oseania Ajak Anak Muda Peduli Inklusivitas

Kutai Kartanegar Batasborneo.com Departemen Sosial Masyarakat PPI Dunia Kawasan (PPIDK) Asia-Oseania bekerjasama dengan PPI Filipina cabang Adventist University of the Philiphine menyelenggarakan webinar Asiania GAULS dengan tema “Membangun Semangat Anak Muda untuk Pentingnya Berperan Aktif di Sosial Masyarakat”.

Asiania GAULS (Gerakan Aksi untuk Lingkungan Sekitar) merupakan salah satu program yang bertujuan untuk membantu anak-anak disabilitas di panti asuhan rehabilitas di Filipina. Webinar ini mendapat respon positif dari berbagai perwakilan 15 PPI Negara Kawasan Asia-Oseania, Rumah Disabilitas, Santri Mendunia, dan Dream Come True, serta pihak lain yang ditandai dengan tingginya antusiasme para audiens yang hadir di Zoom Meeting pada Minggu (7/5).

Sebagai pengantar sekaligus sambutan, Hj. Margaret Aliyatul Maimunah, M.Si menuturkan bahwa pentingnya melatih kepekaan diri sebagai makhluk sosial. Oleh karena itu, Komisioner KPAI mengajak anak muda Indonesia untuk membangun kepekaan sosial di Kawasan Asia-Oseania dan dapat speak-out terhadap kelompok yang membutuhkan. Adapun sambutan Keynote Speaker selanjutnya, Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Manila juga mengemukakan bahwa langkah untuk peduli sosial adalah melakukan hobi yang menarik dan mengingat kebaikan orang lain.

Agenda ini dipandu oleh mahasiswi Adventist University of Philiphine, Shindy Alicia Djambia selaku MC dan Jojee Lumoubi Zaskia sebagai moderator. Acara ini menghadirkan Staff Tenaga Ahli Wakil Ketua MPR RI yakni Ibu Anggiasari Puji Aryatie dan Kak Umar Syaroni, S.I.Kom., M.Med.Kom., CPSP selaku Kepala Departemen Rumah Disabilitas Pusat. Dalam pemaparannya, Ibu Anggiasari menjelaskan peran anak muda dalam menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dengan cara memberikan dan memfasilitasi akses kesempatan agar dapat diraih oleh orang-orang yang membutuhkan. Sementara itu, Kak Umar memaparkan stigma yang melekat pada penyandang disabilitas dan tantangan bagaimana pendidikan inklusif di Indonesia sulit diwujudkan. Sebagai tambahan, Ibu Anggi dan Kak Umar sangat mendukung kegiatan Asiania GAULS karena agenda ini dapat menyebarkan semangat inklusivitas kepada masyarakat dan generasi muda. Hal ini dibuktikan dengan rekomendasi kegiatan karya tangan yang akan dilakukan di target lokasi program sosial nanti.
 
Sebagai penutup, Koordinator PPIDK Asia-Oseania, Anita Kurnia Ilahi dan Murniaty Manueke selaku Ketua Departemen Sosial Masyarakat PPIDK Asia-Oseania berharap dengan diadakannya acara ini dapat meingkatkan kualitas kepedulian tanpa memandang latar belakang dan dapat menjadikan anak muda sebagai agen perubahan di masa depan. Adapun Ketua Pelaksana Asiania GAULS, Stefanie Jennifer Nadine mengungkapkan bahwa webinar ini menjadi penanda dibukanya program sosial Asiania GAULS yang akan dilaksanakan di rumah disabilitas Choosen Children Village, Filipina pada akhir Mei mendatang.







Editor: Venan
LihatTutupKomentar