Sekadau – Batasborneo.com Warga Dusun Senuruk, Desa Sungai Ringgin, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, mengeluhkan kondisi Jalan Lintas Selatan arah Entiku yang mengalami kerusakan di sejumlah titik. Kerusakan tersebut diduga akibat aktivitas satu oknum yang menggunakan alat berat jenis jonder untuk mengangkut buah kelapa sawit.
Menurut keterangan warga, aktivitas jonder dengan roda berukuran besar itu telah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir. Akibatnya, badan jalan yang merupakan fasilitas umum kini berlubang dan berlumpur, terutama saat hujan turun.
“Jalan ini milik umum, bukan jalan pribadi. Seharusnya menggunakan kendaraan yang sesuai prosedur, bukan jonder yang rodanya besar dan berisiko merusak badan jalan,” ujar salah seorang warga yang juga memiliki kebun sawit di sekitar jalur tersebut.
Warga menilai penggunaan alat berat di jalan lintas yang diperuntukkan bagi kendaraan angkutan umum seperti dump truk tidak tepat dan berpotensi mempercepat kerusakan infrastruktur. Mereka khawatir, jika tidak segera ditindaklanjuti, kerusakan akan semakin parah dan menghambat aktivitas masyarakat.kamis 12 Febuari 2026
Akibat kondisi jalan yang rusak, para petani sawit di Dusun Senuruk mengaku kesulitan mengangkut hasil panen. Kendaraan pengangkut sering terjebak di jalan berlubang dan licin, sehingga distribusi buah sawit menjadi terhambat dan berdampak pada pendapatan petani.
Warga berharap Pemerintah Desa Sungai Ringgin dan instansi terkait, termasuk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), segera turun tangan untuk memberikan teguran maupun sanksi kepada pihak yang bersangkutan. Mereka juga meminta agar aktivitas jonder yang melintasi Jalan Lintas Selatan arah Entiku dihentikan demi menjaga fasilitas umum tetap layak dan aman digunakan.
Masyarakat menegaskan, Jalan Lintas Selatan merupakan akses vital bagi aktivitas ekonomi warga, sehingga perlu pengawasan dan penertiban agar tidak disalahgunakan oleh pihak tertentu.(P)
Editor : Venan
