X News Politik Kriminal Pemerintah Seremonial Olahraga Opini Berita Covid-19 Nasional

Kepala Dinkes PP dan KB Kabupaten Sekadau, Henry Alpius: Gencar vaksinasi Lansia

Sekadau.Batasborneo.com pemerintah kabupaten Sekadau terus gencar melakukan percepatan vaksinasinasi masal, demi kenyamanan kita bersama dalam menghadapi situasi pandemi covid 19, masyarakat Sekadau harus sudah di vaksin, guna menekan angka terkomfirmasi covid 19,

salah satu fokusnya adalah vaksinasi lansia. Per 6 Januari 2022, vaksinasi lansia di Sekadau mencapai 51,63 persen. Untuk vaksinasi dosis pertama di Sekadau mencapai 74,17 persen dan vaksinasi dosis kedua 46,53 persen. 

"Kita lakukan gencar" vaksin, ini kepada  lansia," kata Plt Kepala Dinkes PP dan KB Kabupaten Sekadau, Henry Alpius, pada Jumat (7/1/2022).

"Biasanya kalau lansia karena faktor usia tidak bisa datang ke pusat vaksinasi. Strategi yang dilakukan nanti door to door," 

Diri nya juga mengatakan bahwa Pihaknya, juga akan menggandeng TNI-Polri melakukan kunjungan ke setiap warga rumah-rumah lansia. Yang ada d Kabupaten sekadau Sehingga, diharapkan target vaksinasi lansia bisa tercapai. Dalam waktu secepatnya,

Saat ini, Kabupaten Sekadau berada di wilayah PPKM level 2. Pihaknya pun terus memantau perkembangan kasus corona usai 14 hari libur Natal dan Tahun Baru. 

"Kita lihat kedepan, 14 hari usai, Nataru Kalau tidak ada kasus artinya penanganan COVID-19  di kabupaten Sekadau sangat terkendali, tapi saat ini masih kita pantau terus," mengigat kepada warga Sekadau agar tetap mematuhi protokol kesehatan, bila tidak penting, jangan dulu keluar kota,,

",Ia pun meminta fasyankes tetap(re) memantau situasi tersebut, jika ditemukan adanya kasus maka dilakukan tracing dan testing. Selain itu, pihaknya juga meminta setiap kecamatan untuk memantau situasi di wilayahnya masing-masing.

"Kita terus ingatkan masyarakat untuk waspada. Bagaimanapun masyarakat harus proaktif, kesadaran sendiri menjaga kesehatan masing-masing," pesannya. 

Menurutnya, masalah kesehatan tidak bisa semata-mata diserahkan kepada pemerintah kata Henry, kita berupaya maksimal untuk melakukan pencegahan. "Kita lihat 14 hari pasca-Nataru. Kita harus waspada penyebaran COVID-19," tukasnya
LihatTutupKomentar