X News Politik Kriminal Pemerintah Seremonial Olahraga Opini Berita Covid-19 Nasional

Di Duga Pemasangan Turap, Sekadau-tebelian Terkesan Asal Jadi dan Drainase (parit) Tidak Ada Saluran Pembuagan Air

Sekadau,Batasborneo.com Pekerja  Peleberan pada ruas jalan Sekadau-Tebelian Sintang kini sedang berlansungan, salah satu pada pekerjaan pelebaran jalan tersebut di mulai dari pemasangan turap pada sepanjang jalan yang di mulai dari titik nol berada dikawasan simpang empatkayu lapis Desa tekam kecamatan Sekadau Hilir

Diketahui, pekerjaan dengan item pelebaran jalan menuju standar ruas jalan Sekadau-Tebelian ini dianggarkan sebesar Rp. 112.041.513.000.00 Milyar, dengan kontraktor pelaksana PT. Wiranta Bhuana Raya (PT WBR) dan PT. Sarana Bhuana Jaya (PT SBJ).

"Pantauan awak media ini di lapangan pada saat berkerja pemasangan turap  kala melewati sungai kecil di wilayah Dusun Gonis Tekam, hanya dipasang Dangan  kayu,(Ganjal) alakadarnya saja sebagai penahan turap. (Penyangga) Batu bagian bawah, Selain itu, pengerjaan terkesan asal jadi ini, dikeluhkan salah seorang warga.
“ kalau hanya dipasangkan kayu begitu saja, pasti tidak kuat akan mengakibatkan bisa roboh, mana bisa kuat, karena Turap itu nanti akan diisi tanah, sebagai penahan untuk tambahan pelebaran jalan,” ucap warga yang Engan di publis nama nya kepada media ini, 

Menurut dia, pihak konsultan harus memperhatikan, sebagai pengawas, sabab setiap item pekerjaan yang akan dikerjakan. Harus di pantau kembali, Kalau cara kerjanya seperti itu, maka jalan ini tidak akan bertahan lama, karena pondasi turap tidak kuat, hanya bertahan mengundang kayu saja. Katanya

"Ia juga mengatakan, Seperti pembuatan  Drenase (parit) juga harus di perhatikan Benar-benar, jangan hanya membuat Asal jadi, yang di perkirakan sekitar 10 meter, putus nyambung, sepertinya tidak ada saluran pembuang air,

"apa bila Musim hujan, maka Air nya tergenang, tidak bisa mengalir ke pembuagan yang tepat, maka akan meluap bisa membuat halaman rumah kami jadi  becek, kalau begini pengerjaan nya, sama saja tidak berfungsi

"ia meminta kepada semua pihak terutama Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Dirjen Bina Marga Wilayah II Kalimantan barat hendak mengecek ke lapangan bagaimana pekerjaan itu dilaksanakan

Dikonfirmasi melalui whatsApp kepada pihak pelaksana perwakilan PT. WBR Dul Hamid terkait hal ini ia tidak menjawab

Dikonfirmasi pihak konsultan PT. Dini Rekaya Kongsultan sebagai kerjasama operasi tidak ada jawaban dan sulit untuk dihubungi,(tim)







Editor: Venan

LihatTutupKomentar