X News Politik Kriminal Pemerintah Seremonial Olahraga Opini Berita Covid-19 Nasional

Aron, SH didampingi oleh wakil Bupati Sekadau Subandrio, SH,MH membuka kegiatan Rapat Evaluasi Terhadap Hasil Penilaian Kinerja 8 Aksi Konversi Penurunan Stunting kabupaten Sekadau


Sekadau,Batasborneo.com Sekadau Aron, SH didampingi oleh wakil Bupati Sekadau Subandrio, SH,MH membuka kegiatan Rapat Evaluasi terhadap hasil penilaian kinerja 8 aksi konversi penurunan Stunting kabupaten Sekadau tahun 2023.Acara tersebut dipandu oleh Plt Asisten II Radius berlangsung pada,Senin (06/06/2023) di Aula lantai II kantor Bupati.

Dalam paparannya Radius mengatakan, ada 10 indikator temuan BPKP terkait Stunting yang harus dilakukan oleh pemerintah daerah, dari 10 item tersebut ada 8 aksi yang harus dicarikan solusinya oleh pemerintah daerah demi penurunan Stunting. "Sedangkan hasil penilaian kinerja penurunan Stunting masih dalam kategori D," paparnya.


Dalam sambutannya Bupati mengatakan, agar Tim Pengerak Penurunan Stunting (TPPS) kabupaten Sekadau menjadwalkan kembali kunjungan ke sekolah untuk memberikan tablet tambah darah kepada remaja putri. Hal ini penting dilakukan demi pencegahan Stunting. Apa lagi di saat ini kita butuh kerja sama  dalam mensosialisasi stunting ke kecamatan desa" karena generasi-generasi muda harus sehat, serta mampu bersaing di era digital,,


Tambah nya Kita harus membuat jadwal untuk turun langsung ke sekolah, membagikan tablet tambah darah kepada remaja putri-putri,


Namun, kata dia yang lebih penting ketika ingin melaksanakan sesuatu kita harus mengerti dulu apa itu Stunting, apakah semua pihak yang masuk dalam tim sudah paham apa itu Stunting.Jika semuanya sudah paham tingal kita arahkan saja, indikator penyebab serta acara mengatasi Stunting,

dengan begitu maka akan sangat mudah bagi mereka untuk melakukan di lapangan.

"Tahun ini kita harus konsen secara bersamaan, agar penurunan Stunting bisa sesuai target nasional yakni harus turun 14 persen tahun depan," kata Aron.

Selain itu kita harus merubah paradigma yang salah dilakukan oleh ibu-ibu rumah tangga,yang mana mereka hanya memberikan sarapan kepada anak-anak saat hendak pergi ke sekolah pagi hanya memberikan Indomie dan Nasi. Bagaimana mana bisa sehat dan cerdas setiap pagi sarapan hanya mengandung karbohidrat semata.

Kalau paradigma ini terus saja di biarkan bagaimana generasi muda kita bisa cerdas dan pintar.Padahal kedepan, kita harus menghadapi persaingan dunia yang begitu ketat.Jika paradigma itu tidak segera kita ubah maka mustahil gencar kita mampu dan cerdas.

"Selain itu lanjut dia, harus dijadwalkan kembali untuk melakukan 8 aksi penurunan Stunting, jangan sampai kegiatan yang dilakukan salah sasaran.Misalnya, dipastikan bahwa di rumah tersebut betul-betul terdapat ibu hamil dan Balita.

"Penanganan Stunting target kita untuk penugasan pak wakil dan pak Sekda untuk mengerjakan 8 indikator yang rekomendasi oleh BPKP," kata Aron.

Hadir pada acara tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Muhammad Isa, Kadis Kesehatan Henry Alpius, Plt, BAPPEDA Nurhadi, Kadis Pendidikan Fran Dawal,serta para camat se-kabupaten Sekadau, para kepala desa dan kepala Puskesmas dan seluruh pihak terkait(tim)




Editor:venan


LihatTutupKomentar