X News Politik Kriminal Pemerintah Seremonial Olahraga Opini Berita Covid-19 Nasional

Buka Kegiatan Launching Orientasi Tim Pendamping Keluarga Se-Kabupaten Sekadau 2024, Ini Kata Wabup

Sekadau,Batasborneo.com 
Wakil bupati Sekadau Subandrio SH.MH membuka acara Launching Orientasi Tim Pendamping Keluarga (TPK) se-Kabupaten Sekadau tahun 2024 yang berlangsung di aula lantai II kantor bupati Sekadau pada Selasa (26/3) 2024.

Kegiatan tersebut mengambil dengan tema "Terwujudnya Tim Pendamping Keluarga Kabupaten Sekadau Berkualitas Yang Profesional dan Hebat" kegiatan tersebut yang di ikuti oleh kepala Puskesmas, para Bidan desa dan petugas-petugas kesehatan di Polindes se-kabupaten Sekadau.

Kepala dinas Kesehatan PP dan KB yang juga ketua panitia pelaksana kegiatan Henry Alpius menyampaikan, dengan adanya kegiatan ini, merupakan untuk meningkatkan profesionalisme pendamping sebagai salah satun garda terdepan penurunan angka stunting kata Henry.

Yang ada di kabupaten Sekadau, tujuan nya agar menyadari penting nya bagi kita bersama -sama memberantas angka stunting, nah dengan melewati kegiatan ini kita saling membantu mewujudkan kan kabupaten Sekadau maju sejahtera den bermartabat, serta masyarakat nya hidup dengan sehat, karena generasi muda generasi emas.

Di katakan ia, sesuai data stunting yang pada tahun 2023 ada pada angka  17,61 persen. Untuk mencegah meningkatnya angka stuntimg,  Pendampingan harus dilakukan terhadap calon pengantin, ibu hamil, dan bayi baru lahir terang Henry.
Dia menambahkan, kegiatan ini akan dilaksanakan sampai 31 Desember 2024.

Nah sangat penting sekali mencegah dini,, mari berkolaborasi dengan masyarakat terutama yang jauh di pelosok desa, demi kesejahteraan warga

Sementara itu Wabup Subandrio dalam Sambutannya menyampaikan ada dua program yang dicanangkan Presiden Jokowi  yaitu

1.Penurunan stunting, dan 
2. Pengendalian inflasi. 
Prioritas Stunting karena ada program pencanangan menuju Indonesia emas 2045.

Kata ia Stunting di kabupaten Sekadau pada umumnya mengalami penurunan namum pada tahun 2022 stunting mengalami kenaikan menjadi 36 persen. 

Dan pada tahun 2023 turun menjadi 17.61 persen..
Penyebab stunting ada 2. Yakni

1. Kurangnya asupan gizi, dan 
2. Nuruknya Sanitasi Lingkungan. Untuk mengentaskan stunting salah satu solusinya adalah harus  ODF kata Wabup. Maka dari itu semua nya teratasi secara pelan pelan, serta sosialisasi ke pelosok pelosok desa yang jauh jangkauan nya.

Sebab jika kit kompak maka penurunan angka stunting pasti bisa ucap nya

Pada tahun 2024 ada beberapa desa locus yang akan kita focus kan untuk penurunan stunting karena di beberapa daerah tersebut angka stunting nya masih tinggi.

Kegiatan ini dihadiri sejumlah pimpinan OPD, Camat, kades dan peserta Orientasi yang terdiri dari pada Bidan desa, perwakilan dari PKK, dan petugas Posyandu.
LihatTutupKomentar