X News Politik Kriminal Pemerintah Seremonial Olahraga Opini Berita Covid-19 Nasional

Bupati Sekadau Aron SH membuka Kegiatan Pertemuan Pembinaan Kader Pembangunan Masyarakat (PKM) Tentang 1000 HPK Di Gedung Ketak-Ketik



Sekadau,batasborneo.com - 
Bupati Sekadau Aron SH  membuka kegiatan Pertemuan Pembinaan Kader Pembangunan Masyarakat (PKM) tentang 1000 HPK, Pemantauan pertumbuhan dan Perkembangan Bayi dan Balita tingkat kabupaten Sekadau yang berlangsung di gedung Ketak-ketik jalan Merdeka Selatan komplek pasar baru Sekadau pada Selasa (20/9) 2022.


"hadir dalam kegiatan pembukaan ini bupati Sekadau Aron SH, Ketua TP.PKK Ny.Magdalena Susilawati Aron SP. Plt.Kadinkes PP dan KB Henry Alpius, Kadis Komimfo Matius Jon.perwakilan dari sejumlah OPD, kepala Puskesmas Sekadau Hilir Subagiyo, 20 kades, dan sejumlah kader Posyandu. Serta narasumber dari provinsi BKKBN kalbar

Dalam kesempatan ini Plt kadis kesehatan PP dan KB Henry Alpius mengatakan kegiatan ini yang diikuti sebanyak 20 desa rawan stunting di wilayah kabupaten sekadau dan sejumlah kader posyandu 

Saat ini di Sekadau isu tren yang berkembang  adalah stunting,kematian ibu dan bayi, dan polah hidup yang kurang sehat.

"Nah maka dari itu kita berkerja sama dengan pihak desa yang masih rawan angka Stunting nya tinggi, bagi anak kurang gizi, tentu nya perlu kita atasi bersama dalam menekan agar Stunting di Sekadau menurun,

Sambung Henry Alpius ciri-ciri  Stunting yang kurang baik adalah dengan pertumbuhan badan yang kurang maksimal di masa pertumbuhan nya pendek dari anak seusianya.

Stanting di Sekadau berada pada angka 26,5 persen artinya setiap kelahiran 100 anak terdapat 26 anak yang stunting. Nah perlu kita ketahui agar di masa-masa ini akan kita terus berkerja sama dengan pihak desa untuk mendata serta mengatasi Stunting yang ada di kabupaten Sekadau,

Kegiatan PKM ini merupakan klimak hari penurunan stunting tingkat Nasional di kabupaten Sekadau kata Henry Alpius.

Dalam arahannya bupati Sekadau Aron SH mengatakan, terkait masalah gizi yang belum terselesaikan  ada 2 yaitu Stunting dan gizi masalah, gisi yang  sehinga mengancam masyarakat selain Stunting dan gizi buruk juga masalah obesitas, kata Aron

Diri nya juga mengatakan berdasarkan data survei status gizi Indonesia, (SSGI) prevalensi Stunting pada tahun 2021 di kabupaten Sekadau sebesar 26,50% sedangkan data surveilans gizi yang tercatat pada sistem sisgizi terpadau adalah 26,4% nah ini menjadi tugaskita, bersama dalam mengatasi nya 


"saat ini angka stunting di kabupaten Sekadau berada pada angka 26.5 persen.Sedangkan nasional ada pada angka 14 persen. Artinya kita berada pada angka stunting yang masih sangat tinggi.

 untuk mengatasi masalah ini kita harus melakukan intervensi dibidang kita masing-masing karena Stunting bukan hanya masalah tinggi badan, tapi juga perkembangan otak. 

Dampak lainnya lagi, adalah tinginya angka penderita penyakit jantung, dan penyakit lainnya sebagai dampak dari gizi buruk ungkap Aron.

Terkait Rencana Aksi Nasional (RAN) khusus percepatan penurunan stunting kita harus bekerja sama dengan semua pihak pungkas Aron.

Usai memberikan sambutannya Aron secara resmi membuka kegiatan PKM.


LihatTutupKomentar